Skip to main content

JANGAN TAKUT DIPLOPIA, STRABISMUS ATAU DOUBLE VISION SAAT ANDA DEWASA

Sekedar bercerita siapa tahu berguna, baik hari ini tgl 14 feb 2020, sy di darat sudah 4 bln 5 hari sebelumnya sy berada di kapal nah, yg sy ingin bahas adalah ketika sy lg di kapal sy on board tgl 20 july 2019 di Kaohsiung Taiwan bersama 2 temen lainnya, dan setelah kaohsiung kapal berangkat menuju Hongkong untuk pengisian bahan bakar dan selanjutnya loading di Taizhou, china dan bongkar di tiga pelabuhan alias ngecer, dan pelabuhan bongkarnya adalah bataan, iloilo dan bacolod, semua di negara Philippines dan ketika di bacolod kami anchoraged lumayan lama kurang lbh 13 hari dsna, di karenakan buoy selang untuk bongkar rantainya terlilit di propeller dan jg cuaca buruk , pd akhirnya kami menunggu cuaca baik sambil memanggil penyelam untuk memperbaiki buoy yg rantainya terlilit di propeller, dan setelah smua kondsisi ok kami melakukan bongkar muatan LPG dsna, dan tgl 14 Agustus kapal departure menuju pasir gudang Malaysia untuk dry dock, perjalanan krg lbh 5 hari tgl 19 siang hari kamis sdh sampai di tmpat berlabuh johor angchoraged dan selanjutnya kapal dpt ijin naik dock di pasir gudang Malaysia pd sore harinya, dan kapal selesai dock kurang lbh 10 hari, tgl 29 Agustus kapal berangkat menuju ASSPU anchoraged untuk pengisian bahan bakar, dan selanjutnya dini hari tgl 30 Agustus kapal berangkat menuju cilacap dan tanggal 2 September kapal sudah tiba di cilacap untuk memuat muatan propylene, dan kapal berangkat dari cilacap tanggal 5 September 2019 dan tiba di taiwan Kaohsiung tgl 11 September 2019 dan selanjutnya departure Kaohsiung tgl 12 September dan tiba di Vietnam drifting tgl 19 September, nah pada saat tiba di perairan Vietnam inilah ketika bangun tidur di pagi hari mata sy menjadi penglihatan ganda, sy nganggapnya biasa mgkin efek bangun tdr, tetapi hari besoknya jg ga hilang² pd akhirnya sy laporan ke kapten  bahwa mata sy melihat 1 objek menjadi 2 objek, akhirnya kapten menyarankan berobat di vietnam, tetapi hari² sy dalam keadaan panik di karenakan setiap sy melihat kapal, kapal yg sy lihat menjadi double  sumpah stresss banget dgn kondisi itu, smpe² putus asa dlm hati mgkin ini ga bs di sembuhkan lg, trus bagaimana nasip keluarga ku?? sambil berdoa beribadah dan terus berolahraga tiap pagi, setelah sandar di Vietnam tgl 25 sep. 2019 langsung berobat ke spesialis mata, tetapi kalu di lihat secara visual tmpat berobatnya krg berkualitas dan gak meyakinkan, sy dsna di cek dan di beri obat tetes mata serta obat kapsul, dokter menyarankan agar di konsumsi 1 kapsul 1 hari dan obat tetes mata 1 hari 4x, kapal tetap berlayar ke Singapore, dan smpe di Singapore tak kunjung jg sembuh penyakit yg aku derita, sy smakin panik dan terpaksa tutup mata 1 sprti bajak laut untuk beraktivitas, agar penglihatan tetap fokus karna kalu dua mata di buka penglihatan jd double vision, di Singapore sy minta ijin agar berobat di Jakarta ijin cuti karna situasi mata yg tidak sehat tp tdk di ijinkan, pd akhirnya kapal lanjut berlayar ke portdickson malaysia, dan belum jg sembuh mata sy, setelah itu kapal berlayar ke chittagong Banglades, mata sy smakin memburuk karna yg 1 matanya menjadi gelap ketika melihat, sy lapor ke kapten dgn kondisi yg smakin memburuk akhirnya kapten bilang ok sy usahakan yg terbaik buat km, sy yakin km bisa berobat di Jakarta dan bs pulang di Singapore hbs dr Bangladesh, Alhamdulillah begitu kapal smpe Singapore tgl 09 Oktober 2019 pengganti sy dateng dan sy senang karna bs berobat di Jakarta, selanjutnya tgl 10 Oktober 2019 sy periksa di RS. Mitra keluarga Kemayoran Jakarta, di dokter spesialis mata, dokter memvonis bahwasanya sy mengidap penyakit parese nervus 6, di mana otot mata mengalami kelumpuhan, karna tidak sejajarnya kedua mata sehingga bola mata yg kanan tidak dapat melirik ke kanan(stuck) tetapi yg kiri pergerakannya normal, dlm hati sy sangat takut kalu keadaan ini menjadi permanen, dan akhirnya dokter memberikan obat  agar otot mata yg lumpuh mampu untuk bergerak kembali, dan jg di berikan obat tetes mata serta pengencer darah, dan seminggu sekali sy kontrol kpd dokter tsb, Alhamdulillah kontrol ke empat mata sy sdh kembali normal, dan langsung sy syukuran, dan berbagi ke panti asuhan dan anak yatim, intinya dari kejadian ini tetaplah yakin apabila diantara anda ada yg terkena diplopia/double vision atau strabismus setelah dewasa, tetap berdoa slalu berolahraga (jogging/lari) dan serahkan smua sm allah insyaallah bs sembuh, dan 1 hal lg apabila mata sudah lelah dengan sibuknya aktivitas ketika di kapal, jangan dipaksakan mata untuk terus bekerja, istirahatlah ketika memang waktunya istirahat, smoga bermanfaat👍🏻.

Comments

Post a Comment